FILSAFAT PENDIDIKAN SEBAGAI DASAR UNTUK PELAKSANAAN PENDIDIKAN YANG HUMANIS (PGPAUD STKIP ADZKIA)
1. DEFINISI LOGIKA
Definisi Logika - Secara etimologis, logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos. Kata logos, berarti sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal (pikiran), kata, percakapan, atau ungkapan lewat bahasa. Kata logikos, berarti mengenal kata, mengenai percakapan atau yang berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa. Dengan demikian, dapatlah dikatakann bahwa logika adalah suatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutrakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
Logika Tradisional dan Logika Modern Logika modern atau logika simbolik, Karena menggunakan tanda-tanda atau symbol-simbol matematik, hanya sanggup membahas hubungan antara tanda-tanda itu, padahal realitas tak mungkin dapat ditangkap sepenuhnya dan setepat-tepatnya oleh symbol-simbol matematik.
Logika tradisoinal membahas dan mempersoalkan definisi, konsep, dan term menurut struktur, susunan dan nuansanya, serta seluk-beluk penalaran untuk memperoleh kebenaran yang lebih susuai dengan realitas.
Kegunaan Logika Ada empat kegunaan logika :
1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tepat, tertib, metodis, dan koheren.
2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
3. Menambah kecerdasa dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
4. Meningkatkan cinta akan keberanian dan menghindari kekeliruan kesesatan.
.W. Pespoprodjo dan T. Gilareso. Logika Ilmu Menalar: Dasar-Dasar Berpikir Tertib, Logis, Kritis, Analitis, Dialektis. Bandung: Pustaka Grafika, 2011.
https://www.academia.edu/7229989/Definisi_Logika / nama user Ariadna Ginting
2. URGENSI BERFIKIR LOGIS
Berpikir secara logis adalah suatu proses berpikir dengan menggunakan logika, rasional dan masuk akal. Secara etymologis logika berasal dari kata logos yang mempunyai dua arti 1) pemikiran 2) kata-kata.
Jadi logika adalah ilmu yang mengkaji pemikiran. Karena pemikiran selalu diekspresikan dalam kata-kata, maka logika juga berkaitan dengan “kata sebagai ekspresi dari pemikiran”. Dengan berpikir logis, kita akan mampu membedakan dan mengkritisi kejadian-kejadian yang terjadi pada kita saat ini apakah kejadian-kejadian itu masuk akal dan sesuai dengan ilmu pengetahuan atau tidak.
Logika yaitu menyelidiki aturan-aturan yang harus diperhatikan supaya cara berpikir kita sehat.Sehingga logika adalah studi tentang prinsip-prinsip yang dipakai untuk membedakan argumentyang masuk akal dan argument yang tidak masuk akal. Logika adalah sarana untuk berpikir sistematis, valid, dan dapat dipertanggung-jawabkan. Karena itu berpikir logis adalah berpikir sesuai dengan aturan-aturan berpikir. Logis dalam bahasa sehari-hari kita sebut masuk akal.
Contoh real-nya ketika seorang siswa atau peneliti melakukan metode ilmiah, maka pelaku ilmiah ini harus melakukan kegiatan ilmiah ini dengan berpikir secara logis, mulai dari saat pelaku ilmiah melakukan observasi/ pengamatan, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, melaksanakan penelitian, mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data, hingga menarik kesimpulan. Seluruh proses kerja ilmiah tersebut harus dikerjakan berdasarkan prinsip yang logis, rasional, dan masuk akal agar dapat dipertanggungjawabkan.
Cara berpikir logis yang biasa dikembangkan, dapat dibagi menjadi dua, yaitu berpikir secara deduktif dan berpikir secara induktif. Logika deduktif adalah penarikan kesimpulan yang diambil dari proposisi umum ke proposisi khusus. Sederhananya kata umum-khusus.
Adapun logika induktif kebalikan dari logika deduktif. Jenis logika ini harus mengikuti penalaran yang berdasarkan pengalaman atau kenyataan. Artinya, jika tidak ada bukti maka kesimpulannya belum tentu benar atau pasti. Dengan demikian, dia tidak akan mempercayai suatu kesimpulan yang tidak berdasarkan pengalaman atau kenyataan lewat tangkapan panca indranya.
Maka dari itu sangat penting jika kita belajar berpikir logis. Hal itu dapat membantu seseorang untuk berpikir lurus, tepat dan teratur. Dengan berpikir lurus, tepat dan teratur seseorang akan memperoleh kebenaran dan terhindar kesesatan. Semua bidang kehidupan manusiamembutuhkan keteraturan dalam tindakan-tindakannya yang berdasar atas kemampuan berpikirnya. Logika mengarahkan dan mendorong sesorang untuk berpikir sendiri, serta manusia pada umumnya berdasarkan tindakan-tindakannya atas pemikiran dan pertimbanganyang objektif.
Logical fallacy adalah merupakan cara berpikir yang salah atau sesat. berfikir yang salah ini akan menimbulkan salah persepsi atau salah merespon , sehingga apabila menggunakan logical fallacy maka akan mendapatkan respon atau feadback yang beragam sehingga makna tidak sesuai yang diharapkan.
contohnya. ketika seorang guru menjelaskan tentang tema gejala alam namun tanpa menggunakan model pembelajaran/ atau media yang dimaksud sehingga anak mengolah/ berfikir secara sendiri diri dengan imajinasinya masing-masing sehingga maksud yang disampaikan atau tujuan dari pembelajaran itu tidak sesuai dengan apa yang seharusnya .
ada beberapa bentuk kesesatan berpikir yang sering kita temukan, nih. Beberapa di antaranya adalah:
1. The appeal to the populace (R1)
Tipe
ini merupakan kesesatan berpikir yang muncul dari kesimpulan yang
mengacu padapandangan populer atau standar yang diciptakan masyarakat.
Misalnya saja, perempuan yang bisa menjadi calon istri yang ideal adalah
yang pintar memasak dan punya waktu untuk mengurus anak, makanya jika
ada perempuan yang gak bisa masak dan gak punya waktu untuk mengurus
anak, akan dianggap bukan calon istri yang ideal oleh pelaku logical fallacy.
2. The appeal to the emotion (R2)
Untuk
tipe ini adalah kesesatan berpikir yang menyelipkanperasaan atau emosi
ke dalam argumen, biasanya terkait dengan hati nurani atau perasaan
iba. Contohnya, ada wakil rakyat dari partai yang mengusung keagamaan,
yang menjadi tersangka koruptor. Beberapa orang berharap agar dia
dihukum seberat-beratnya, tapi pelaku logical fallacy akan
berpendapat bahwa bagaimanapun dia adalah seorang ahli agama yang tahu
dosa dan baik hati pula, jadi gak mungkin dia korupsi.
3. The red herring (R3)
Kesesatan
berpikir ini biasanya mengalihkan pembicaraan dari satu isu ke isu yang
laindengan tujuan mengecoh fokus orang yang memberikan opini.
Misalnya, ada temanmu yang mengatakan bahwa menurut artikel yang dia
baca, merokok itu dapat merusak kesehatan. Lalu, temanmu yang merokok
menimpali bahwa selama dirinya merokok, dia gak pernah mengalami gejala
yang membuat dirinya merasa sakit, sehingga pernyataan bahwa merokok
merusak kesehatan adalah hal yang belum tentu benar. Temanmu yang
merokok ini telah melakukan logical fallacy.
Sebisa mungkin hindarilogical fallacy pada saat berargumen. Jika kamu ingin menunjukan intelektualitasmu, buatlah argumen dengan dasar ilmu pengetahuan yang mumpuni dan tidak bercelah.
4. The straw man (R4)
Tipe the straw man
adalah kesesatan berpikir yang menempatkan komentator yang lain dengan
posisi terancam dan membuatinterpretasinya salahsehingga mudah
diserang. Contohnya, ketika ayahmu menyuruhmu istirahat setelah sekian
jam kamu bolak-balik menghadap layar smartphone, tapi kamu malah marah dan menganggapnya gak ingin anaknya menjadi pintar dan update akan isu terkini. Secara gak sadar, kamu telah melakukan logical fallacy terhadap ayahmu, girls!
5. Argument against the person/ad hominem (R5)
Inilah
kesesatan berpikir yangargumentasinya menjatuhkan citra pihak tertentu
yang gak didasari dengan fakta yang jelas. Contohnya, ada seorang
perempuan yang menyatakan bahwa pelecehan seksual sering terjadi
dimana-mana bahkan dalam lingkungannya, lalu pelaku logical fallacy
berpendapat bahwa terang saja ia mengalami pelecehan seksual karena
pakaiannya yang selalu terbuka. Padahal, belum tentu perempuan itu
sering berpakaian terbuka.
6. The appeal to force/ad baculum (R6)
Tipe
ini merupakan kesesatan berpikir yang didasarikepentingan tertentu
dengan paksaan yang disamarkan dalam argumennya. Misalnya saja, ketika
ada pemilihan ketua BEM di kampusmu, seorang pelaku logical fallacy
berkata bahwa semua mahasiswa sebaiknya memilih si A, sebab A adalah
mahasiswa yang disenangi banyak dosen dan mampu membuat program-progam
yang keren. Padahal, alasan itu bukanlah alasan yang sebenarnya, sebab
program-progam keren yang dibuatnya belum tentu bisa dieksekusi dan
bermanfaat.
7. Missing the point (R7)
Tipe
ini terlihat dariargumennya yang gak terbentuk secara kuat, sehingga
ketika ada serangan dari argumen lain, argumennya menjadi lemah dan mau
gau mau menyetujui argumen lawannya. Contohnya, ketika kamu marah saat
tahu pacarmu pergi dengan perempuan lain pada malam hari. Lalu, pacarmu
memberikan alasan bahwa ia hanya mengantar teman perempuannya pulang ke
rumah, kemudian dia memberikan pengandaian kalau seandainya saja kamu
yang berada dalam posisi teman perempuannya itu, apa yang semestinya
dilakukan oleh teman laki-lakimu. Kamu pun akhirnya kehabisan kata-kata
deh untuk menyerangnya balik, dan malah mengiyakan. Nah, itu tandanya
kamu adalah pelaku logical fallacy yang argumennya mudah dilemahkan.
No comments:
Post a Comment